Bukan Cuma Pena! OpenAI & Jony Ive Garap Perangkat Audio AI Baru

Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Teknologi.id  Dunia teknologi bergeser dari layar ke suara. OpenAI dilaporkan sedang membuat pertaruhan besar dalam teknologi yang berpusat pada audio, lebih dari sekedar mempertajam suara ChatGPT. Menurut beberapa laporan terkini dari The Information, perusahaan ini melaksanakan beberapa bulan belakangan untuk memadukan tim teknisiproduk, dan riset guna mengurus model audionya. Reorganisasi ini merupakan bagian dari rencana rahasia untuk meluncurkan perangkat personal "audio-first" di kisaran tahun depan.

Evolusi ke Percakapan Natural

Fondasi teknis untuk perangkat keras baru ini akan menjadi model audio next-generation yang dijadwalkan untuk rilis pada awal 2026. Model ini diharapkan akan terdengar lebih natural dan emosional dibandingkan versi terkininya. Salah satu fitur hebatnya adalah kemampuannya untuk menghadapi interupsi real-time. Tidak seperti model yang sudah ada yang mengharuskan pengguna untuk menunggu balasan, arsitektur baru ini mengizinkan AI untuk berbicara secara bersamaan saat pengguna berbicara, menciptakan alur percakapan layaknya sungguhan.

Dengan membuat dialog lebih lancar dan tidak terlalu teknis, OpenAI bertujuan untuk merancang sebuah AI yang tidak begitu terasa seperti alat digital dan lebih seperti rekan bicara. Lonjakan teknis ini penting untuk sebuah perangkat yang bergantung seluruhnya pada interaksi suara daripada layar tradisional atau keyboard.

Visi Perangkat Keras OpenAI: Pengaruh Jony Ive

Perangkat yang akan datang ini bukan hanya sebuah proyek sampingan, melainkan awal dari seluruh rangkaian hardware. Ide internal di OpenAI termasuk smart speaker tanpa layar dan smart glasses yang ditenagai AI. Produk-produk ini sedang dikembangkan dengan bantuan mantan kepala desain Apple yang legendaris, Jony Ive

Di bulan Mei, OpenAI telah mengakuisisi perusahaan Jony Ive, io, senilai $6,5 miliar (sekitar Rp108,8 triliun). Ive, yang dikenal dalam hasilnya di iPhone dan iMac, dilaporkan berfokus pada "membenarkan kesalahan" di gadget konsumen sebelumnya. Prioritasnya adalah untuk mengurangi ketergantugan perangkat dengan menciptakan desain "audio-first". Tujannya untuk menjauhkan diri dari layar yang mengganggu dan membuat pendamping yang dapat berintegrasi secara mulus ke kehidupan sehari-hari tanpa mengharuskan pengguna untuk memandang layar.

Tren Baru dalam Ekosistem Audio

Foto: Meta

OpenAI tidaklah sendiri dalam perlombaan ini. Seluruh industri teknologi sedang bergerak menuju masa depan di mana audio akan mengambil panggung utama:

Di sisi lain, beberapa percobaan seperti Humane AI Pin, kesulitan untuk berhasil, konsensus industri ini tetap sama: setiap ruang, dari mobil ke wajah Anda, perlahan menjadi lingkungan audio interaktif.

Tantangan dan Harapan ke Depannya

Terlepas dari kegemparan, merancang parangkat yang sepenuhnya berbasis audio merupakan langkah berani dan berisiko. Banyak pengguna masih memilih interaksi berbasis teks untuk privasi dan keleluasaan di ruang publik. Audio tidak selalu menjadi solusi terbaik di setiap situasi, dan OpenAI akan harus membuktikan kalau perangkat kerasnya cukup berguna untuk menggantikan atau melengkapi smartphone.

Meskipun begitu, kekuatan gabungan dari visi Sam Altman dan keahlian desain Jony Ive, membuat ekspektasinya begitu tinggi. OpenAI bertaruh kalau langkah besar selanjutnya di AI akan terdengar, bukan terlihat. Dengan menyiapkan rilis di 2026 untuk model intinya dan rilis 2027 untuk perangkatnya, OpenAI memposisikan perusahaannya untuk memimpin era pasca smartphone.

Fitur-fitur Terkenal dari Model Audio Baru OpenAI:

Baca Berita dan Artikel yang lain di .

(yna/sa)

OpenAI Luncurkan ChatGPT Health: Bisa Terjemahkan Hasil Lab & Rekam Medis

DJP Tunjuk OpenAI Pungut Pajak Digital, ChatGPT Resmi Kena PPN 11%

Gak Kaku Lagi! Kini Gaya ChatGPT Bisa Diatur Jadi Lebih Ramah atau Super serious

HTC VIVE Eagle: Kacamata Canggih yang Bebaskan Pilih AI dan Pas di Wajah Asia

Tingkatkan Keamanan, Anthropic dan OpenAI Luncurkan Alat Pendeteksi Usia

Susul Spotify, ChatGPT Resmi Terintegrasi dengan Apple Music